Jakarta – PDI Perjuangan (PDIP) menjadi partai pemenang jika pemilihan umum dilakukan sekarang. Hal itu terungkap dari survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) yang dirilis pada hari Selasa (25/4).
Dari data SMRC, PDIP mendapat angka 16,1 persen, Gerindra 11,7 persen dan Golkar 8,7 persen.
“Ada 16,1 persen yang memilih PDI Perjuangan, kemudian Gerindra 11,7 persen, lalu Golkar 8,7 persen,” kata Direktur Riset SMRC Deni Irvani lewat rilis survei Tren Elektabilitas Partai di Pemilih Kritis melalui video, Selasa (25/4).
Menurutnya, hasil tersebut tidak jauh berbeda dari pemilu 2019. Di mana hasilnya PDIP, Gerindra dan Golkar menjadi partai tiga teratas.
“Kalau kita bandingkan dengan hasil pemilu 2019 tambahan proporsi dukungan partai tidak jauh berbeda belum ada perubahan signifikan, dimana partai yang mendapat dukungan besar masih ditempati PDI Perjuangan, Gerindra dan Golkar,” tuturnya.
Selanjutnya ada PKB 6,1 persen, Demokrat 5,1 persen, NasDem 4,9 persen, dan PKS 4,4 persen.
Kemudian, Perindo 3,3 persen, PPP 2,3 persen, PAN 1,6 persen, Ummat 1,3 persen, Hanura 1,1 persen, dan PSI 1,0 persen.
Posisi bawah ada Garuda 0,6 persen, Gelora 0,3 persen, PBB 0,3 persen, Buruh 0,2 persen, dan PKN 0,0 persen. Sedangkan tidak menjawab 31,2 persen.
Survei ini dilakukan pada 18-19 April 2023. Pemilihan sampel dilakukan melalui metode random digit dialing (RDD). RDD adalah teknik memilih sampel melalui proses pembangkitan nomor telepon secara acak.
Dengan teknik RDD sampel sebanyak 831 responden dipilih melalui proses pembangkitan nomor telepon secara acak, validasi, dan screening. Margin of error survei diperkirakan +- 3.5% pada tingkat kepercayaan 95%, asumsi simple random sampling.
Artikel ini telah tayang di Merdeka.com dengan judul “Jika Pemilu Dilakukan Sekarang, SMRC: PDIP Pertama, Gerindra Kedua & Golkar Ketiga”: https://www.merdeka.com/politik/jika-pemilu-dilakukan-sekarang-smrc-pdip-pertama-gerindra-kedua-amp-golkar-ketiga.html.

Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.