PAN Melunak Mendesakkan Erick Thohir Cawapres Prabowo, Zulhas Berkaca pada Jokowi

Jakarta- Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan alias Zulhas selama ini getol mendorong Menteri BUMN Erick Thohir sebagai bakal cawapres Prabowo. Namun belakangan Zulhas melunak. Ia menegaskan tak akan memaksa Prabowo Subianto menjadikan Erick Thohir sebagai bacawapres.

“Ya, kan politik tidak boleh memaksa, (harus) kompromi,” ujar Zulhas usai HUT Ke-25 PAN di Tennis Indoor Senayan, Jakarta, seperti dilansir Kantor Berita Antara Selasa malam, 29 Agustus 2023.

Menurut dia berpolitik harus mengutamakan kompromi. Tidak hanya itu, musyawarah juga diperlukan untuk mengambil jalan tengah dalam menentukan bakal cawapres pendamping Prabowo. “Kami kemarin kan setahun tidak ada hasil, dua hari kan bisa ada hasil. Jadi ada momentum, ada saat yang tepat, kompromi ya, ketemu,” tutur dia.

Sebelumnya, Zulhas mengungkapkan caranya memperjuangkan Erick sebagai bacawapres. Kendati demikian, dalam politik, hal yang diinginkan tak boleh terlalu di umbar pada publik. “Jadi kalau kemarin saya bilang cawapres satu-satunya Pak Erick, bisa bubar. Kan bubar dong, orang pulang. Tidak boleh begitu,” kata Zulhas.

Ia mencontohkan bagaimana publik menyukai narasi yang disebarkan oleh Presiden Joko Widodo pada 2013 – 2014. Jokowi yang saat itu menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta selalu mengatakan tidak memikirkan untuk maju sebagai bakal calon presiden.

Padahal, akhirnya Jokowi maju sebagai capres bersama Jusuf Kalla yang menjadi cawapres-nya. Berkaca dari Jokowi, Zulhas berujar dalam meraih jabatan tak bisa menunjukkan keinginan yang terlalu menggebu-gebu. “Jadi, kalau kelihatan sekali mengejar, nanti tidak jadi,” ucap dia.

Koalisi Indonesia Maju yang diisi Gerindra, PKB, Golkar, PAN dan PBB masih alot dalam menentukan bacawapres. Masing-masing partai menyodorkan kader agar digandeng Prabowo sebagai bacawapres. Selain PAN yang menjagokan Erick, PKB tentu tak mau ketua umumnya Muhaimin Iskandar kehilangan peluang. Begitu pula Golkar mendorong Airlangga Hartarto dan PBB menyokong Yusril Ihza Mahendra.

Politikus PAN Bima Arya mengaku pernah bersama Presiden Joko Widodo membahas peluang Erick Thohir sebagai bacawapres satu tahun yang lalu. “Pak Jokowi mengajak diskusi banyak hal, salah satunya tanya tentang Pak Erick. ‘Bagaimana Pak Wali, Pak Erick Thohir?'” kata Bima Arya, Selasa, 29 Agustus.

Menurut Wali Kota Bogor itu, Erick Thohir adalah tokoh pintar. Meski begitu, Erick belum teruji untuk terjun ke bawah mendapatkan simpati masyarakat. “Kata saya, Pak Erick ini pintar, tapi PR (pekerjaan rumah) Pak Erick adalah bagaimana bisa masuk ke bawah untuk kemudian mendapat simpati kira-kira begitu,” kata dia.

Kemudian, Jokowi kembali bertanya mengenai kemampuan Erick menghadapi Pemilu 2024. Bima Arya menilai semua itu tergantung pada kemauan Erick. “Kata Pak Jokowi, ‘Tapi waktunya keburu tidak?’ Kira-kira begitu, saya bilang tergantung Pak Erick, kalau Pak Erick bertarung maka akan terlihat hasilnya. Karena waktu itu survei-nya masih belum oke. Panjang lebar bicaranya,” ujar Bima Arya.

Adapun Prabowo Subianto meminta para kader partai koalisi pendukung untuk bersabar menunggu penetapan nama bakal calon wakil presiden. “Wapres nanti! Belum apa-apa wapres,” kata Prabowo menanggapi sejumlah kader PAN yang menyerukan nama Erick Thohir cawapres dalam acara HUT Ke-25 PAN di Jakarta, Senin, 28 Agustus 2023.

Ketua Umum Partai Gerindra itu mengatakan masih harus berdiskusi bersama ketua umum partai Koalisi Indonesia Maju, yakni Golkar, PKB, PAN, dan PBB. Prabowo berujar menentukan bakal cawapres bukan urusan mudah. Dia berandai-andai urusan itu kemungkinan menjadi lebih ringan jika di Indonesia dimungkinkan ada lebih dari satu wakil presiden.

“Mencari wakil presiden tidak ringan. Kalau saya mau tanya Profesor Yusril, bisa nggak kita ubah wakil presidennya empat saja bagaimana? Wakil presiden 1, wakil presiden 2. Di beberapa negara ada lho itu karena begitu banyak orang hebat,” kata Prabowo.

Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani menjelaskan PAN memang konsisten menyodorkan nama Erick Thohir sebagai pendamping Prabowo untuk maju Pilpres 2024. “Itu yang diharapkan PAN. Dalam pertemuan kami dengan PAN tempo hari, PAN betul-betul mengharapkan Erick Thohir dipertimbangkan sebagai calon wakil presiden. Kami menghargai karena itu harapan PAN,” kata Muzani.

Artikel ini telah tayang di Tempo.co dengan judul “PAN Melunak Mendesakkan Erick Thohir Cawapres Prabowo, Zulhas Berkaca pada Jokowi”: https://pemilu.tempo.co/read/1765805/pan-melunak-mendesakkan-erick-thohircawapres-prabowo-zulhas-berkaca-pada-jokowi.

About Author