Penilaian DKPP: Kualitas Pemilu Anjlok, Generasi Muda Kuncinya

RM.id Rakyat Merdeka – Kualitas pemilu dinilai semakin menurun. Namun, generasi muda bisa menjadi kunci untuk memperbaiki kualitas dan menyukseskan kembali pemilu sekarang ini.

Anggota Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP), Ratna Dewi Pettalolo mengatakan, perguruan tinggi atau kampus bisa menjadi salah satu tempat dan motor perubahan untuk kualitas pemilu dan demokrasi di Indo­nesia. Kampus memiliki jumlah pemilih pemula yang tidak sedikit.

“Kampus sangat berpoten­si menjadi tempat terjadinya perubahan dalam pemilu yang akan datang karena adanya pe­milih pemula dengan idealisme yang sangat baik yaitu generasi muda,” kata Dewi, kemarin.

Dia mengatakan, praktik pe­milu dan demokrasi di Indonesia mengalami kemunduran. Penye­babnya, antara lain oleh politik uang. Pemilih juga dinilai masih pragmatis dengan fenomena poli­tik uang.

Dewi menambahkan, diperlu­kan gerakan bersama untuk me­ngatasi mundurnya kualitas pemilu dan demokrasi. Gerakan tersebut, kata dia, dapat dimulai dari dunia kampus yang diisi pemilih pemula dengan idealisme tinggi.

“Kondisi saat ini pemilu di­anggap sebagai pesta, anugerah, cara tercepat untuk mendapatkan uang. Tidak akan ada perubahan jika kondisi ini didiamkan saja,” tegasnya.

Anggota Badan Pengawas Pe­milu (Bawaslu), Puadi mengajak generasi muda ikut andil dalam pengawasan penyelenggaraan pemilu. Caranya, kritis terhadap dugaan pelanggaran pemilu yang terjadi di sekitar lingkungannya.

“Sekarang kalau ada orang melakukan hoaks ataupun poli­tik uang misalnya, anak muda harus mampu kritis memantau dan mengawasi agar di lingkungannya tidak terjadi demikian,” tegas Puadi.

Daya kritis tersebut, ungkap Puadi, tidak cukup. Harus didu­kung dengan berani. Maksud Puadi, generasi muda jika menemukan terjadinya dugaan pelanggaran pemilu, harus berani melaporkannya kepada Bawaslu.

“Sesuai ketentuan dalam UU Pemilu, masyarakat khususnya generasi muda yang sudah me­miliki hak pilih, memiliki hak untuk dapat melaporkan pelang­garan pemilu kepada Bawaslu,” ungkap anak Betawi ini.

Puadi menambahkan, tata cara dan prosedur apabila terjadinya dugaan pelanggaran pemilu. Yaitu, dapat melaporkan lang­sung dengan mendatangi kantor Bawaslu setempat, ataupun melalui aplikasi yang sudah disediakan Bawaslu.

“Kami berharap, seluruh jajaran Bawaslu untuk terus menyosialisasikan pengawasan partisipatif. Terutama kepada generasi muda, guna meningkatkan wawasan akan pengawasan pemilu,” kata Kepala Divisi Penanganan Pelanggaran dan Data Informasi Bawaslu ini.

Artikel ini telah tayang di laman Rakyat Merdeka (RM.id) dengan judul “Penilaian DKPP: Kualitas Pemilu Anjlok, Generasi Muda Kuncinya”: Penilaian DKPP, Kualitas Pemilu Anjlok, Generasi Muda Kuncinya (rm.id)

About Author