Pencalonan Anies Baswedan di Pilkada Jakarta Tunggu Restu Surya Paloh

Anies Baswedan masuk dalam daftar tiga nama yang diusulkan sebagai bakal cagub DKI Jakarta dari Partai Nasdem.

Ratusan bendera Partai Nasdem terpasang di sepanjang jalan layang Simprug, Kebayoran Lama, Jakarta, Rabu (10/11/2021). Partai Nasdem akan berulang tahun ke-10 pada 11 November 2021. Kompas/Hendra A Setyawan (HAS) 10-11-2021 untuk cetak
KOMPAS/HENDRA A SETYAWAN: Ratusan bendera Partai Nasdem terpasang di sepanjang jalan layang Simprug, Kebayoran Lama, Jakarta, Rabu (10/11/2021). Partai Nasdem akan berulang tahun ke-10 pada 11 November 2021. Kompas/Hendra A Setyawan (HAS) 10-11-2021 untuk cetak

Jakarta, Kompas – Selain dua nama kader, Ahmad Sahroni dan Wibi Adrino, DPW Partai Nasdem DKI Jakarta juga mengusulkan nama Anies Rasyid Baswedan sebagai bakal calon gubernur untuk diusung dalam Pilkada 2024. Pencalonan kembali Anies di Pilkada Jakarta itu kini masih menunggu restu dari Surya Paloh, karena keputusan untuk memilih bakal calon kepala daerah berada di tangan Ketua Umum Partai Nasdem tersebut.

Seperti diungkapkan Ketua DPW Partai Nasdem DKI Jakarta Wibi Andrino, pihaknya telah mengusulkan tiga nama bakal calon gubernur DKI Jakarta kepada Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPP Partai Nasdem, Prananda Surya Paloh, pada 5 Juni 2024 lalu. Ketiga nama itu adalah mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Bendahara Umum Nasdem Ahmad Sahroni, dan Wibi Adrino.

“Rekomendasi kepada Bappilu ada tiga nama, yang pertama, our former governor, mantan gubernur kita, Bapak Anies Rasyid Baswedan, kedua Bapak Ahmad Sahroni, dan ketiga saya,” kata Wibi dalam konferensi pers di Gedung Akademi Bela Negara Nasdem, Jakarta, Minggu (23/6/2024).

Ketua Umum Partai Nasional Demokrat Surya Paloh (kanan) bersama Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (kiri) pada acara Pengumuman Calon Presiden Pemilu 2024 yang diusung Partai Nasional Demokrat (Nasdem) di Nasdem Tower, Jakarta, Senin (3/10/2022).
KOMPAS/RONY ARIYANTO NUGROHO: Ketua Umum Partai Nasional Demokrat Surya Paloh (kanan) bersama Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (kiri) pada acara Pengumuman Calon Presiden Pemilu 2024 yang diusung Partai Nasional Demokrat (Nasdem) di Nasdem Tower, Jakarta, Senin (3/10/2022).

Wibi menjelaskan, salah satu alasan mengusulkan Anies adalah keberlanjutan kepemimpinan dan program pemerintahan lima tahun sebelumnya. Sesuai dengan perintah Surya Paloh, sejak tahun 2019 Nasdem mendukung pemerintahan Anies di DKI Jakarta.

“Pilgub 2017, kan, dukungan Nasdem diberikan kepada Pak Ahok (Basuki Tjahaja Purnama), tapi kalah. Setelah itu, ketika periode baru DPRD tahun 2019, Pak Surya perintahnya mendukung pemerintahan Pak Anies. Jadi, kalau mendukung, ya ini keberlanjutan dari periode sebelumnya,” ujar Wibi menjelaskan.

Selain Nasdem, saat ini sudah ada dua partai politik (parpol) yang mengusulkan Anies sebagai bakal calon gubernur DKI Jakarta kepada pengurus partai tingkat pusat. Kedua parpol itu adalah Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P).

Salah satu alasan mengusulkan Anies adalah keberlanjutan kepemimpinan dan program pemerintahan lima tahun sebelumnya. Sesuai dengan perintah Surya Paloh, sejak tahun 2019 Nasdem mendukung pemerintahan Anies di DKI Jakarta.

Wibi mengaku kaget dengan keinginan DPD PDI-P DKI Jakarta mengusulkan Anies sebagai bakal cagub. Apalagi, pimpinan DPD PDI-P Jakarta juga sudah mengajak bicara mengenai usulan pengusungan Anies, meski masih secara informal.

“Pak Aming (Ketua DPD PDI-P Jakarta Adi Widjaja) menelepon saya, bilang, ‘Kayaknya kami dukung Anies.’ Wow, kata saya,” ujar Wibi.

Sahroni juga melihat popularitas Anies di Jakarta masih relatif tinggi. Karena itu, ia meyakini Anies akan menang jika harus berhadap-hadapan dengan mantan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, di Pilgub Jakarta.

Baliho bergambar Wakil Ketua Komisi III DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Ahmad Sahroni, terpasang di kawasan Grogol, Jakarta Barat, Selasa (11/1/2022).
KOMPAS/RADITYA HELABUMI (RAD): Baliho bergambar Wakil Ketua Komisi III DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Ahmad Sahroni, terpasang di kawasan Grogol, Jakarta Barat, Selasa (11/1/2022).

Menurut Sahroni, tiga nama yang diusulkan sebagai bakal cagub Jakarta masih dibahas oleh DPP Nasdem. Namun, kewenangan untuk menetapkan siapa yang akan diusung sebagai bakal cagub berada di tangan Ketua Umum Nasdem Surya Paloh.

Saat ini, Nasdem juga masih membangun komunikasi dengan partai-partai politik lain agar bisa bersama-sama mengusung pasangan cagub dan cawagub. Pasalnya, Nasdem tidak bisa mengusung cagub dan cawagub sendiri karena hanya memiliki 11 kursi di DPRD DKI Jakarta untuk periode 2024-2029. Padahal, untuk dapat mengusung kandidat, parpol atau gabungan parpol harus memiliki minimal 22 kursi DPRD Jakarta.

Tidak tetarik

Sementara itu, meski namanya termasuk yang diusulkan, Wibi mengaku tidak tertarik untuk maju dalam Pilkada DKI Jakarta. “Saya enggak minat. Baru dapat kursi pimpinan DPRD, masa sekarang (maju) gubernur. Nanti Penggantian Antar Waktu (PAW) dong,” tuturnya.

Wibi justru mendorong Ahmad Sahroni untuk maju sebagai calon gubernur DKI Jakarta. “Dalam hati kecil, saya berharap Ahmad Syahroni yang maju. Tetapi bagaimana meyakinkan beliau, itu yang berat. Tolong bantu dorong,” katanya kepada kader Nasdem.

Ketua Fraksi Partai Nasional Demokrat (Nasdem) DPRD DKI Jakarta, Wibi Andrino seusai diperiksa tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (8/3/2022).
KOMPAS/HERU SRI KUMORO: Ketua Fraksi Partai Nasional Demokrat (Nasdem) DPRD DKI Jakarta, Wibi Andrino seusai diperiksa tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (8/3/2022).

Wibi menilai Ahmad Sahroni merupakan sosok yang tepat memimpin DKI Jakarta karena telah tiga kali berturut-turut terpilih menjadi anggota DPR RI. Selain itu, Sahroni dinilai cukup popular dan punya basis massa yang kuat.

Menanggapi namanya yang diusulkan maju sebagai calon gubernur, Sahroni mengatakan, keputusan ada di tangan Surya Paloh. “Sampai sekarang, Ketum belum bertanya terkait masalah gubernur Jakarta, jadi saya tidak bisa berandai-andai. Kalau ketua umum bertanya, sebagai kader saya siap menjalankan perintah,” tuturnya.

Apabila ditunjuk untuk maju dalam Pilkada DKI Jakarta, Sahroni mengatakan dirinya siap menghadapi siapa pun lawan, termasuk Ridwan Kamil. Meski demikian, Sahroni mengaku bahwa sebenarnya secara personal dirinya tidak tertarik menjadi Gubernur. “Saya mimpinya jadi presiden, bukan jadi gubernur,” kata Sahroni.

Bendahara Umum Partai Nasdem Ahmad Sahroni berjalan keluar gedung Komisi Pemberantasan Korupsi, Jakarta, setelah memenuhi panggilan pemeriksaan, Jumat (22/3/2024).
KOMPAS/RONY ARIYANTO NUGROHO: Bendahara Umum Partai Nasdem Ahmad Sahroni berjalan keluar gedung Komisi Pemberantasan Korupsi, Jakarta, setelah memenuhi panggilan pemeriksaan, Jumat (22/3/2024).

Ia mengatakan, pertarungan Pilkada DKI Jakarta tidak mudah. Seseorang yang punya banyak uang sekalipun belum tentu menang. Para pemilih di DKI Jakarta dikenal sebagai pemilih rasional yang mencari sosok orisinal dan bisa menyelesaikan masalah.

Tanggung jawab menjadi pemimpin di DKI Jakarta juga sangat berat. “Jadi gubernur, tidak bisa ke mana-mana. Setiap pergi, harus izin. Sementara saya pantatnya panas, maunya pergi-pergi tidak betah di Jakarta,” kata dia.

 

*Artikel ini telah tayang di laman Kompas.id dengan judul “Pencalonan Anies Baswedan di Pilkada Jakarta Tunggu Restu Surya Paloh”: https://www.kompas.id/baca/polhuk/2024/06/23/pencalonan-anies-baswedan-di-pilkada-jakarta-tunggu-restu-surya-paloh?open_from=Politik_&_Hukum_Page

About Author