Lobi Partai di Pilkada Jakarta Berlanjut, PKS Tetap Sodorkan Sohibul Dampingi Anies

PKS kukuh menyodorkan Sohibul sebagai pendamping Anies Baswedan. Sementara partai lain juga usulkan cawagub untuk Anies.

Anies Baswedan menyampaikan sambutan setelah resmi diusung menjadi cagub Jakarta di Kantor DPW PKB Jakarta. Pulogadung, Jakarta Timur, Kamis (13/6/2024).
KOMPAS/RIZA FATHONI: Anies Baswedan menyampaikan sambutan setelah resmi diusung menjadi cagub Jakarta di Kantor DPW PKB Jakarta. Pulogadung, Jakarta Timur, Kamis (13/6/2024).

JAKARTA, KOMPAS — Tiga partai politik, yakni Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Partai Kebangkitan Bangsa, dan Partai Keadilan Sejahtera, saling menjajaki kemungkinan berkoalisi untuk menghadapi Pilkada DKI Jakarta. Namun, ketiga partai itu sama-sama mengusulkan nama calon wakil gubernur pendamping AniesPKS bahkan bersikukuh mendorong Sohibul Iman sebagai pendamping Anies karena dinilai memiliki kapasitas yang mumpuni.

Ketua DPP PKS Ahmad Mabruri, saat dihubungi dari Jakarta, Minggu (7/7/2024), membenarkan, partainya terus berkomunikasi dengan partai-partai politik yang sama-sama menggulirkan wacana untuk mengusung Anies Baswedan pada Pilkada DKI Jakarta 2024. Di antaranya, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Akan tetapi, komunikasi yang dijalin belum sampai pada tahap pembicaraan serius mengenai pasangan calon gubernur dan wakil gubernur (cagub-cawagub) yang akan diusung.

”Baru say hallo saja, belum sampai yang dalam,” kata Mabruri.

Kendati demikian, ia tidak memungkiri adanya kabar bahwa PDI-P ingin mengusulkan cawagub untuk mendampingi Anies. Bagi PKS, usulan itu bukan persoalan. PKS sendiri memiliki usulan cawagub Jakarta yang telah disepakati, yakni Sohibul Iman, Wakil Ketua Majelis Syura PKS.

Pasangan Anies Baswedan-Sohibul Iman yang diusung Partai Keadilan Sejahtera di Pilkada Jakarta 2024.
DOKUMENTASI PKS: Pasangan Anies Baswedan-Sohibul Iman yang diusung Partai Keadilan Sejahtera di Pilkada Jakarta 2024.

Mabruri menuturkan, upaya untuk memasangkan Anies dengan Sohibul kerap dinilai kurang tepat, terutama oleh para pengamat politik. Alasannya, pemilih Anies dan PKS sama. Namun, PKS justru melihat hal lain. ”Kalau beririsan, iya. Tetapi, masing-masing punya pemilihnya sendiri. Tahun 2007, PKS pemenang pileg (pemilihan anggota legislatif) di DKI dan waktu itu belum ada Anies Baswedan di percaturan politik,” ungkapnya.

Selain itu, parpol peraih kursi terbanyak di DPRD Jakarta berdasarkan hasil Pemilu 2024 itu juga meyakini bahwa pasangan Anies-Sohibul bakal mampu mengelola Jakarta dengan lebih baik. Sebab, keduanya merupakan politisi dengan latar belakang yang saling melengkapi.

Sebagai mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies berpengalaman sebagai pejabat eksekutif. Sementara itu, Sohibul memiliki pengalaman di bidang legislatif sebagai mantan anggota DPR yang juga pernah menjadi wakil ketua DPR.

Kepala Bidang Humas DPP PKS Ahmad Mabruri saat diwawancara tim video harian <i>Kompas </i>di Jakarta, Rabu (19/6/2024).
ALBERDI DITTO PERMADI: Kepala Bidang Humas DPP PKS Ahmad Mabruri saat diwawancara tim video harian Kompas di Jakarta, Rabu (19/6/2024).

”Anies pengalaman di eksekutif, sedangkan Sohibul di legislatif. Anies (tokoh) nonpartai, sedangkan Sohibul mantan Presiden PKS. Sewaktu Sohibul Presiden PKS, (perolehan) kursi PKS naik 10 kursi,” ujar Mabruri.

Belum mengerucut

Dihubungi terpisah, Wakil Ketua Umum PKB Jazilul Fawaid mengakui, komunikasi dengan sejumlah parpol terus dibangun untuk membentuk koalisi di Pilkada Jakarta. Akan tetapi, hingga saat ini pembicaraan belum mengerucut ke soal pasangan calon yang akan diusung karena situasi politik masih dinamis.

Jazilul menurutkan, komunikasi intens salah satunya dibangun dengan PDI-P. Hal itu terkait dengan wacana yang dikemukakan PKB untuk mengusung Anies. PDI-P pun dinilai memiliki banyak kader yang bisa dijadikan pendamping Anies.

Wakil Ketua Umum PKB Jazilul Fawaid.
KOMPAS/IQBAL BASYARI: Wakil Ketua Umum PKB Jazilul Fawaid.

PKB juga menjalin komunikasi dengan parpol lain, salah satunya PKS. Bagi PKB, semakin banyak parpol yang berkoalisi akan semakin baik karena berkorelasi dengan peluang kemenangan. ”Makin besar koalisinya makin bagus. (Tetapi) semuanya masih dinamis, kalkulasinya masih melihat perkembangan,” kata Jazilul.

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal PDI-P Hasto Kristiyanto mengatakan bahwa partainya memang berkomunikasi dengan PKB untuk membahas peluang mengusung Anies di Pilkada Jakarta. DPP PDI-P telah mengutus salah satu ketuanya, Ahmad Basarah, untuk menemui Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar. Penugasan khusus kepada Basarah diberikan karena ia memiliki kedekatan emosional dengan Muhaimin sebagai sesama mantan aktivis.

Tak hanya itu, PDI-P juga menjajaki berkomunikasi dengan PKS. Hal itu dinilai penting karena Jakarta ke depan dinilai bakal menghadapi tantangan kemiskinan ekstrem serta dampak dari kondisi geopolitik dunia. ”PDI-P melakukan strategi merangkul sehingga dengan PKS kami juga melakukan komunikasi politik,” ujar Hasto, Jumat (5/7/2024).https://cdn-assetd.kompas.id/4NyNPCDr18kITz5ExY9l-OGcfgM=/1024x669/https%3A%2F%2Fasset.kgnewsroom.com%2Fphoto%2Fpre%2F2024%2F03%2F18%2F5c9bf753-0ad6-4f56-a9d2-5fad4510a1ba_png.png

Pada Pilkada Jakarta 2024, seluruh parpol harus berkoalisi untuk mengusung cagub dan cawagub. Sebab, tidak satu pun dari parpol yang memenuhi ambang batas pencalonan kepala daerah di Jakarta, yakni memiliki minimal 22 kursi DPRD di provinsi itu. PKS sebagai peraih suara terbanyak pun hanya mendapatkan 18 kursi DPRD DKI Jakarta.

Dalam konteks tersebut, baik PKS, PKB, maupun PDI-P sama-sama mengeluarkan wacana untuk mengusung Anies pada Pilkada Jakarta 2024. Dari ketiga parpol itu, DPP PKS yang telah menyatakan keputusan resmi untuk mendukung Anies. Dukungan terhadap Anies disertai dengan usulan bakal calon pendampingnya, yakni Sohibul.

Adapun PKB tidak memungkiri bahwa Anies merupakan kandidat terkuat yang bakal diusung di Jakarta. Akan tetapi, parpol yang dipimpin Muhaimin Iskandar itu masih memperhitungkan sosok pendamping yang tepat bagi Anies. Muhaimin tidak memungkiri, salah satu upaya untuk mencari pendamping Anies itu dilakukan melalui lobi-lobi ke PDI-P.

Ketua DPP PDI-P Said Abdullah.
KOMPAS/KURNIA YUNITA RAHAYU: Ketua DPP PDI-P Said Abdullah.

PDI-P hingga saat ini memang belum memberikan dukungan resmi kepada Anies. Akan tetapi, nama Anies merupakan salah satu kandidat yang diusulkan oleh DPD PDI-P Jakarta kepada Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri.

Ketua DPP PDI-P Said Abdullah mengungkapkan, partainya memprioritaskan untuk mencalonkan mantan Panglima TNI Andika Perkasa di Pilkada Jakarta. Selain Anies, ada pula Menteri Sosial Tri Rismaharini yang juga dianggap berpeluang untuk maju di Jakarta. Kedua nama itu pun masih terus ditawarkan ke parpol-parpol lain.

Editor: ANITA YOSSIHARA

 

*Artikel ini telah tayang di laman Kompas.id dengan judul “Lobi Partai di Pilkada Jakarta Berlanjut, PKS Tetap Sodorkan Sohibul Dampingi Anies”: https://www.kompas.id/baca/polhuk/2024/07/07/lobi-partai-di-pilkada-jakarta-berlanjut-pks-tetap-sodorkan-sohibul-dampingi-anies?open_from=Politik_&_Hukum_Page

 

About Author