Bagaimana peta raihan suara di Pilkada Jakarta?

Berdasarkan hasil quick count Litbang Kompas pada Rabu (27/11/2024), Pramono Anung-Rano Karno unggul atas dua pasangan kandidat lainnya, yakni Ridwan Kamil-Suswono dan Dharma Pongrekun-Kun Wardana. Meski demikian, dari hasil yang ada, Pilkada Jakarta masih berpeluang terjadi dalam dua putaran.

Mengacu pada Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pilkada, syarat untuk memenangi Pilkada Jakarta berbeda dari pilkada di daerah-daerah lainnya. Kandidat harus mendapatkan suara lebih dari 50 persen untuk bisa menang satu putaran.

Sengitnya pertarungan di Pilkada Jakarta sudah terbaca dalam beberapa waktu terakhir. Hasil survei sejumlah lembaga menunjukkan ada perkembangan signifikan pada tingkat elektabilitas pasangan nomor urut 3, Pramono-Rano. Merujuk hasil survei Kompas, Oktober lalu, Pramono-Rano unggul atas Kamil-Suswono dengan keterpilihan mencapai 38,3 persen. Sementara Kamil-Suswono meraih dukungan sebesar 34,6 persen.

Tangkapan Layar Kompas.idHasil Quick Count Litbang Kompas Pilkada Jakarta dengan sampel masuk 100 persen.

Siapa yang diprediksi bakal menang di Pilkada Jabar?

Quick count Litbang Kompas memprediksi pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jawa Barat nomor urut 4, Dedi Mulyadi dan Erwan Setiawan, menang. Raihan suaranya melesat meninggalkan tiga pasangan calon lain di Pilkada Jabar, yakni pasangan Acep Adang Ruhiat dan Gitalis Dwi Natarina; Jeje Wiradinata dan Ronal Surapradja; serta Ahmad Syaikhu dan Ilham Akbar Habibie.

Prediksi Dedi-Erwan memenangi Pilkada Jabar setidaknya sudah terlihat dari survei Litbang Kompas yang diselenggarakan pada 1-9 November 2024. Dengan metode wawancara tatap muka kepada 630 responden di Provinsi Jabar, pasangan Dedi Mulyadi-Erwan Setiawan meraih potensi keterpilihan 65 persen.

Pada survei tersebut, pasangan Ahmad Syaikhu-Ilham Akbar Habibie berada di posisi kedua dengan tingkat keterpilihan di angka 9 persen. Pasangan calon Jeje Wiradinata-Ronal Surapradja meraih 4,6 persen dan pasangan Acep Adang Ruhiat-Gitalis Dwi Natarina dengan tingkat keterpilihan 4,1 persen.

Siapa yang diprediksi bakal menang di Pilkada Jateng?

Hasil quick count Litbang Kompas memprediksi pasangan calon gubernur-wakil gubernur Jawa Tengah nomor urut 2, Ahmad Luthfi-Taj Yasin Maimoen, menang. Raihan suaranya jauh di atas rivalnya, Andika Perkasa-Hendrar Prihadi. Hasil ini sekaligus mematahkan realitas selama ini bahwa Jateng merupakan wilayah kekuasaan PDI-P atau biasa disebut ”kandang banteng”.

Sebelumnya, dalam survei Litbang Kompas pada Oktober 2024, elektabilitas Luthfi-Taj Yasin dan Andika-Hendrar sempat bersaing ketat. Menurut hasil survei kala itu, pasangan Andika-Hendrar (28,8 persen) dan Luthfi-Taj Yasin (28,1 persen).

Siapa yang diprediksi bakal menang di Pilkada Jatim?

Hasil quick count Litbang Kompas Pilkada Jatim memprediksi Khofifah Indar Parawansa-Emil Elestianto Dardak menang. Raihan suara pasangan ini jauh mengungguli lawan-lawannya di Pilkada Jatim, yakni Luluk Nur Hamidah-Lukmanul Khakim dan Tri Rismaharini-Zahrul Azhar Asumta.

Keunggulan Khofifah-Emil di Pilkada Jatim 2024 mulai terbaca sejak sebulan lalu. Dalam survei Litbang Kompas yang digelar 2-7 November, pasangan Khofifah-Emil unggul dengan elektabilitas sebesar 52,5 persen. Sementara elektabilitas Risma-Zahrur sebesar 20,9 persen dan Luluk-Lukmanul sebesar 3,8 persen. Kala itu, sebanyak 22,8 persen pemilih belum menentukan pilihan.

Khofifah-Emil merupakan petahana Gubernur dan Wakil Gubernur Jatim periode 2019-2024. Keduanya menjadi pasangan calon gubernur dan wakil gubernur yang pertama kali dideklarasikan oleh sejumlah parpol. Rekomendasi dari Partai Demokrat bahkan diberikan sejak akhir 2023.

Apa dampak dari hasil Pilkada 2024 ke pemerintahan Prabowo?

Merujuk hasil hitung cepat Litbang Kompas, pasangan yang didukung oleh Koalisi Indonesia Maju (KIM) mendominasi kemenangan di Pulau Jawa. Di antaranya, Jawa Barat lewat pasangan Dedi Mulyadi-Erwan Setiawan, Jawa Tengah lewat Ahmad Luthfi-Taj Yasin, dan Jawa Timur lewat Khofifah Indar Parawansa-Emil Dardak.

Di luar itu, di Pilgub Banten, pasangan Andra Soni-Dimyati Natakusumah unggul dari Airin Rachmi Diany-Ade Sumardi. Andra-Dimyati diusung mayoritas partai politik anggota KIM, kecuali Partai Golkar. Sebab, Golkar mengusung Airin-Ade bersama dengan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P).

Pengajar Ilmu Politik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, Aditya Perdana, menilai, dengan keunggulan raihan suara para paslon yang didukung KIM plus tersebut, harapan dari Prabowo dan partai koalisi pemerintahan dinilai akan terpenuhi. Secara normatif, pemerintahan ke depan, baik pusat maupun daerah, mungkin akan selaras serta solid.

 

*Artikel ini telah tayang di laman Kompas.id dengan judul “Hasil Pilkada 2024, Siapa Menang, Siapa Kalah?”: https://www.kompas.id/artikel/hasil-pilkada-2024-siapa-menang-siapa-kalah?open_from=Section_Topik_Hangat

 

About Author