IKP 2024: DKI Jakarta Jadi Wilayah dengan Tingkat Kerawan Politisasi SARA Tertinggi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI merilis data Indeks Kerawanan Pemilu (IKP) 2024 terkait wilayah dengan tingkat kerawanan politisasi SARA tertinggi di Indonesia.

Dari data yang dirilis Selasa (10/10/2023) di Yogyakarta hari ini, tercatat DKI Jakarta tercatat sebagai daerah dengan tingkat kerawanan politisasi SARA tertinggi di Indonesia.

“DKI Jakarta ini menempati urutan pertama sebagai yang paling rawan tinggi,” kata Anggota Bawaslu RI Lolly Suhenty saat merilis IKP 2024, Selasa.

Tak dipungkiri, lanjutnya, dinamika politik pada pemilihan gubernur tahun 2017 menjadi penyumbang terbesar meningkatnya kerawanan politisasi SARA untuk DKI Jakarta.

Kemudian di posisi berikutnya, menyusul DKI Jakarta sebagai wilayah rawan politisasi SARA Maluku Utara, Daerah Istimewa Yogyakarta, Papua Barat, Jawa Barat, dan Kalimantan Barat.

“Skor untuk Maluku Utara dan Papua Barat tergolong tinggi karena dua wilayah ini memiliki sejarah konflik horizontal baik etnis, suku maupun agama,” jelas Lolly.

Sementara, di wilayah lainnya penyumbang terbesar kerawanan politisasi SARA umumnya berupa kampanye, provokasi ataupun penolakan calon.

Lolly menuturkan ada empat indikator yang menjadi ukuran dalam melihat tingkat kerawanan politisasi SARA ini, yakni kampanye bermuatan SARA yang disebarkan di tempat umum, kampanye bermuatan SARA di media sosial, penolakan calon dengan alasan SARA, dan kekerasan berbasis SARA.

Keempat indikator ini memiliki hubungan yang begitu kuat karena kampanye bermuatan SARA berpotensi mengarah pada provokasi.

Provokasi akan mudah menggerakkan atau memobilisasi massa, baik untuk mendukung maupun menolak seorang calon.

Provokasi yang paling jitu, sambung Lolly, tentu provokasi yang memuat unsur SARA karena SARA melekat dengan identitas kolektif.

“Karena itu, provokasi SARA sangat mudah menyulut emosi kolektif dan karenanya mampu memobilisasi massa untuk tujuan politik,” katanya.

“Tentu saja mobilisasi yang tidak terkelola dengan baik akan mengarah pada benturan terbuka antar kelompok. Itulah sebabnya mengapa kekerasan berbasis SARA seringkali menjadi muara bagi unsur-unsur politisasi SARA lainnya,” ujar Lolly.

*Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul IKP 2024: DKI Jakarta Jadi Wilayah dengan Tingkat Kerawan Politisasi SARA Tertinggi”: IKP 2024: DKI Jakarta Jadi Wilayah dengan Tingkat Kerawan Politisasi SARA Tertinggi – TribunNews.com

About Author