Demokrat Dukung Petahana di Pilkada Sumsel dan Maluku, Pulau Jawa Masih Dinamis

Partai Demokrat merekomendasikan bakal calon petahana untuk pilkada Sumsel dan Maluku.

Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (tengah) pada acara penyerahan surat rekomendasi pencalonan pasangan bakal calon gubernur dan wakil gubernur Provinsi Maluku, Murad Ismail (kiri) dan Michael Wattimena (kanan), untuk Pilkada 2024 di DPP Partai Demokrat, Jakarta, Selasa (11/6/2024).
KOMPAS/RONY ARIYANTO NUGROHO: Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (tengah) pada acara penyerahan surat rekomendasi pencalonan pasangan bakal calon gubernur dan wakil gubernur Provinsi Maluku, Murad Ismail (kiri) dan Michael Wattimena (kanan), untuk Pilkada 2024 di DPP Partai Demokrat, Jakarta, Selasa (11/6/2024).

JAKARTA, KOMPAS — Partai Demokrat resmi merekomendasikan pasangan calon dari unsur petahana untuk Pilkada Sumatera Selatan dan Maluku. Mereka menempatkan kader untuk mengisi posisi bakal calon wakil gubernur. Sementara itu, daerah lain, khususnya Pulau Jawa—kecuali Jawa Timur—diklaim masih dinamis.

Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono mendukung Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) 2019-2023 Herman Deru berpasangan dengan Bupati Lahat 2018-2023 Cik Ujang. Sementara di Maluku, Demokrat mendukung Gubernur Maluku 2019-2024 Murad Ismail berpasangan dengan anggota DPR 2009-2019, Michael Wattimena. Baik Cik Ujang maupun Michael Wattimena merupakan kader Demokrat.

Selain AHY dan bakal pasangan calon, jajaran petinggi seperti Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Teuku Riefky Harsya, anggota Majelis Tinggi Partai Demokrat Andi Mallarangeng, Bendahara Umum Partai Demokrat Renville, dan Ketua Badan Pemenangan Pemilu Partai Demokrat Andi Arief turut hadir. Rekomendasi diberikan di Kantor DPP Demokrat, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (11/6/2024).

Menurut AHY, penentuan pasangan telah melalui seleksi internal berupa telaah peta politik dan kalkulasi kans kemenangan. Dua pasangan yang diumumkan juga telah mendapat restu dari Presiden ke-6 sekaligus Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono.

”Tentu prinsip dasarnya adalah kami terus menghitung kans kemenangan. Saya yakin setiap partai politik tidak hanya ingin sekadar mengikuti pilkada, tapi juga ingin menjadi bagian kemenangan,” katanya.

Selain itu, lanjut AHY, Demokrat juga berprinsip untuk mengusung kader ketika memiliki modal elektabilitas, logistik, dan lainnya. Ia pun menyambut baik saat Herman Deru dan Murad Ismail, bakal calon gubernur petahana, ingin didampingi oleh kader Demokrat, Cik Ujang dan Michael Wattimena.

Tentu prinsip dasarnya adalah kami terus menghitung kans kemenangan. Saya yakin setiap partai politik tidak hanya ingin sekadar mengikuti pilkada, tapi juga ingin menjadi bagian kemenangan.

Untuk daerah lainnya, Partai Demokrat tak ingin tergesa-gesa dan gegabah memberikan rekomendasi. Sebagai partai politik, Demokrat harus bisa menghitung waktu dan momen terbaik untuk merekomendasikan pasangan calon agar kans menang semakin besar.

”Tentunya terkait dengan tiga (DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Jawa Tengah), karena kami anggap kalau Jawa Timur sudah jelas. Untuk DKI Jakarta ini memang masih menjadi pertanyaan besar karena selalu dilihat siapa yang nanti akan maju, akan ada berapa poros koalisi yang akan terbangun dan masih cair sekali sampai dengan hari ini,” ujarnya.

Mantan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat menghadiri peresmian Tim Kampanye Daerah Prabowo-Gibran Jawa Barat di Kota Bandung, Sabtu (25/11/2023).
KOMPAS/KURNIA YUNITA RAHAYU: Mantan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat menghadiri peresmian Tim Kampanye Daerah Prabowo-Gibran Jawa Barat di Kota Bandung, Sabtu (25/11/2023).

Tak sederhana

Tapi, tidak semua bisa sesederhana itu. Kompleksitas pilkada tak selalu sama dengan pilpres.

AHY pun mempertimbangkan kandidat-kandidat dari Koalisi Indonesia Maju (KIM), gabungan parpol pengusung Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka di Pilpres 2024. Apabila kondisi peta politik daerah sama seperti pilpres, kandidat yang diusung bakal saling berdiskusi. ”Tapi, tidak semua bisa sesederhana itu. Kompleksitas pilkada tak selalu sama dengan pilpres,” tambahnya.

Adapun di Jawa Barat, KIM tengah berkutat untuk mengusung mantan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. Namun, Partai Gerindra menginginkan agar Kamil diusung di DKI Jakarta. Partai yang dipimpin Prabowo itu pun ingin agar kadernya, Dedi Mulyadi, maju sebagai bakal calon gubernur didampingi kader Partai Amanat Nasional (PAN), Bima Arya.

Ketua Harian Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad menuturkan, perbedaan pendapat di antara parpol-parpol anggota KIM mengenai pencalonan Kamil merupakan bagian dari pertimbangan terkait dengan peluang kemenangan. ”Ini, kan, hitung-hitungan mana yang lebih prioritas, (Kamil) maju di mana kemudian untuk meraih kemenangan,” katanya.

 

*Artikel ini telah tayang di laman Kompas.id dengan judul “Demokrat Dukung Petahana di Pilkada Sumsel dan Maluku, Pulau Jawa Masih Dinamis”: https://www.kompas.id/baca/polhuk/2024/06/11/demokrat-dukung-petahana-di-pilkada-sumsel-dan-maluku-pulau-jawa-masih-dinamis?open_from=Politik_&_Hukum_Page

 

About Author