Revisi UU Pemilu Dinilai Perlu Dibahas Lewat Pansus
Jakarta: Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) soal pemisahan pemilu nasional dan lokal dinilai membuka urgensi untuk membahas Rancangan Undang-Undang (RUU) Pemilu…
Democracy, Economic & Constitution Institute (Deconstitute) adalah lembaga independen yang fokus dalam bidang penelitian, advokasi dan konsultasi seputar isu demokrasi, ekonomi konstitusional dan tata negara. DECONSTITUTE didirikan oleh sejumlah akademisi, peneliti dan aktivis dengan tujuan untuk berkontribusi dalam mencari solusi terbaik atas permasalahan atau isu bangsa tersebut.
Jakarta: Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) soal pemisahan pemilu nasional dan lokal dinilai membuka urgensi untuk membahas Rancangan Undang-Undang (RUU) Pemilu…
Para pemohon menilai pembentukan UU TNI hasil revisi oleh pemerintah dan DPR tidak memenuhi asas partisipasi publik karena dinilai dilakukan…
Jakarta – Presiden Prabowo Subianto mengambil alih persoalan 4 pulau yang diperebutkan Aceh dan Sumatera Utara (Sumut). Kemengedari hari ini akan melakukan…
KBRN, Jakarta: Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri), Ribka Haluk, meminta penyelenggara Pemilu untuk meningkatkan integritas dalam menjalankan tugas dan fungsinya….
Jakarta: Kementerian Dalam Negeri sejumlah instansi terkait sedang mematangkan konsep penerapan e-voting yang akan masuk dalam muatan revisi Undang-Undang (UU) Pemilu dan…
JAKARTA – Wakil Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPR Ahmad Doli Kurnia, menegaskan pihaknya tak mempermasalahkan jika pembahasan revisi Undang-Undang Pemilu…
Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman menyebutkan pihaknya mengundang berbagai elemen mahasiswa guna menyerap aspirasi terkait penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU)…
Mahkamah Konstitusi. (Foto: Ist) Dalam keterangannya, Yustinus menegaskan bahwa sistem pemungutan pajak di Indonesia memiliki landasan konstitusional yang kuat. JAKARTA, IndonesiaSatu.co — Mahkamah…
MENJELANG Muktamar Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Ketua Majelis Pertimbangan PPP M Romahurmuziy (Rommy) dan Wakil Ketua Umum PPP Rusli Effendi saling sindir…
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.